Mungkin ada salah satu dari sampean yang berminat bunuh diri dan bingung dengan cara apa dan bagaimana ? Gantung diri, ahh…itu basi…!!!
Mungkin alat ini bisa menjawab-nya dan saat ini sudah tersedia di toko listrik dengan harga cukup murah ndak perlu sampai jual sawah.
Cara penggunaan-nya juga sangat praktis dan mudah, tinggal colok…lalu…klepek-klepek…!
Karena alat ini ndak berfungsi kalo di-colokin ke hidung maka-nya alat ini punya satu kelemahan yaitu jika ada pemadaman listrik bergilir. hahahahahhaa... Just Kiddding bro.
"JANGAN DITIRU TIPS DIATAS" karna akan mempermuda anda masuk neraka...hahaha
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat sebanyak 13 orang warga Jawa Barat memiliki usia di atas 100 tahun lebih. Bahkan ada yang mengaku berusia 160 tahun. Sebagian besar warga yang berusia di atas 100 tahun berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Namun BPS masih berupaya melakukan tingkat akurasi usia ke 10 lansia tersebut, agar ketetapan usia mereka bisa dipertangungjawabkan. “Kalau klaimnya seperti itu, tetapi kita tetap lakukan akurasi data dilapangan,”ujar Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Barat, Lukman Ismail, kemarin sore.
Berdasarkan laporan yang masuk melalui petugas di lapangan, 13 warga berusia lebih dari 100 tahun tersebut berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya 10 orang, di Kabupaten Sukabumi satu orang, Kota Banjar satu orang, dan Kabupaten Kuningan satu orang.
"Datanya masih sementara," ujar dia. "Kita masih berupaya meningkatkan akurasi usia warga tersebut. Butuh teknik-teknik khusus untuk mengetahui usia mereka, hingga mendekati kebenaran."
Menurut Lukman, salah satu cara mengetahui usia warga yakni dengan mengkaitkannya dengan sebuah peristiwa besar. Sebagai contoh ada seorang warga Kabupaten Sukabumi yang mengklaim memiliki usia 160 tahun berarti memiliki hubungan selama penjajahan. Maka gambaran usianya bisa dikaitkan dengan pernikahan Ratu Wilhemnia sekitar tahun 1881. “Kebanyakan data otentik warga usia di atas 100 tahun kan lemah,” ujarnya
Lukman menambahkan bila data yang dihasilkan sesuai dengan pendataan petugas di lapangan maka tidak menutup kemungkinan orang yang bersangkutan bisa didaftarkan dalam Guinness Book of Record sebagai manusia tertua dunia.
Sementara itu, instruktur utama sensus penduduk Provinsi Jawa Barat Endang Suteja menambahkan ada dua masalah utama yang kerap dihadapi petugas pencacatan di lapangan yakni sulitnya mendapatkan koresponden untuk masyarakat kota serta sulitnya medan lapangan untuk masyarakat yang berada di pelosok. (TEM/Ezz/rileks.com)






